Horror Movie Review – Terrify Yourself!

Genre berasal dari Bahasa Perancis yang artinya kind, atau jenis. Secara umum genre film ditentukan iconography atau ikon-ikon yang ada dalam gambar pada sebuah film. Dalam film romansa biasanya disertai dengan latar belakang pemandangan yang indah, film action ditandai dengan obyek yang bergerak cepat, dan horor ditandai dengan latar belakang suram serta adanya sesosok makhluk yang mengancam.

Namun genre horor punya ciri khas tersendiri: efek terhadap psikologis penonton. Singkat kata genre horor ditujukan to horrify, atau untuk mengejutkan, membuat jijik, atau memberikan energi negatif pada penonton. Jadi apapun setting-nya, selama sebuah film dapat menghadirkan perasaan negatif yang kuat maka film tersebut adalah film horor yang bagus, dengan ada atau tidak adanya “hantu”. Dan… berikut film-film yang berhasil menghadirkan perasaan negatif yang kuat dalam benak saya:

Sinister (2012)

sinister - 1

Cerita dimulai saat seorang penulis buku kriminal pindah ke sebuah rumah baru untuk menyelesaikan karyanya. Ia menemukan sebuah kotak berisi film yang merekam kematian misterius beberapa keluarga, termasuk keluarga yang dulunya menempati rumah barunya. Sinister adalah horor yang menunjukkan ketakutan manusia terhadap tidak adanya jawaban tentang bahaya yang mengincarnya. Potongan-potongan pertanyaan yang dijawab satu per satu dalam film ini akan mengantarkan penontonnya kepada kesimpulan yang sangat mengganggu!

Orphan (2009)

2 orphan

Sebuah keluarga yang baru saja kehilangan bayinya mengadopsi anak berusia 9 tahun yang kreatif dalam seni dan sangat ramah. Pembukaan film ini terasa seperti drama keluarga sampai saat pertama kali darah tertumpahkan, setelah itu kita dihadapkan pada pertanyaan apakah kita akan mengizinkan orang asing dengan masa lalu yang tidak kita ketahui untuk menjadi bagian dari keluarga kita karena kita terlalu dibutakan oleh kenaifan cinta?

The Shining (1980)

4 The-Shining-Jack-Nicholson-Through-Door

Sebuah perpaduan maestro cerita horor Stephen King dan sinematografi legendaris Stanley Kubrick, The Shining bercerita tentang sebuah keluarga yang ditugaskan untuk mendiami hotel yang akan ditutup selama musim dingin karena salju akan menghalangi akses keluar masuk hotel ini selama berbulan-bulan. Dalam pemandangan yang indah hotel di pegunungan, tidak ada yang menduga bahwa nyawa mereka bertiga sedang bersama nyawa-nyawa lain yang terjebak dalam hotel tersebut sejak lama. Film ini menggambarkan betapa rapuhnya jiwa manusia dalam isolasi.

You’re Next (2011)

3 you're next

Sebuah keluarga berkumpul di rumah liburannya hanya untuk bertemu dengan sekelompok pembunuh maniak. Tidak seperti film horor lainnya, film ini bernuansa feminis, di mana salah satu wanita dari keluarga itu secara tidak diduga-duga lebih berbakat membunuh dibandingkan pembunuh yang mengincarnya. Secara personal saya sangat suka film ini karena sebenarnya cukup muak dengan penggambaran wanita yang selalu teriak, menangis, atau tersandung tanpa sebab di hampir semua film horor. Film ini merupakan perpaduan cantik antara horor dan action.

Triangle (2009)

5 triangle

Horor yang sudah pasti akan memeras otak penontonnya. Saya sendiri baru melihat jelas alurnya ketika menonton film ini untuk kali kedua. Dan ajaibnya film ini dapat menjadi sebuah loop cerita di mana ending-nya diteruskan oleh opening-nya, sehingga jika film ini diputar berulang-ulang pun masih akan membentuk sebuah cerita yang runtut. Film ini adalah kisah tentang sekelompok pelayar yang terdampar dan akhirnya terjebak dalam sebuah kapal pesiar besar tak berpenghuni, namun mereka segera sadar mereka tidak akan pernah melalui hari itu dan tidak akan pernah keluar dari kapal itu. Saran saya, ajaklah teman yang pemikir untuk nonton dan menjelaskan plot yang rumit dalam film ini. Sekalinya dapat inti cerita dan simbol-simbol di dalamnya, film ini menghantui pikiran saya berminggu-minggu kemudian…

Silent Hill (2006)

6 silenthillmoviebanner

Di banyak film horor, pemeran utama biasanya punya tempat untuk bersembunyi dari makhluk yang mencekam, atau ada tempat aman untuk berlindung. Namun Silent Hill adalah sebuah tempat yang akan menjadi horor itu sendiri dan tidak ada satu tempat pun untuk bersembunyi ketika sirine mulai berbunyi. Demi mencari anaknya yang hilang, seorang ibu harus menjelajah ke jantung kekelaman kota ini dan tidak akan bisa pergi dari sana sebelum ia menemukan anaknya. Ending film ini bikin hati tersayat-sayat, sedih bercampur kecewa dan takut.

Let Me in (2010)

let6

Sejenis dengan Orphan, film ini dimulai dengan nuansa romansa anak-anak polos di mana telah terjadi pembunuhan misterius di tempatnya berada. Seorang anak laki-laki berteman dengan perempuan yang baru saja pindah di sebelah apartemennya. Bullying dan loneliness menjadi tema psikologis utama dalam film ini. Penonton akan dihadapkan dengan kenyataan bahwa rasa kesepian membuat kita akan melakukan hal yang tidak masuk akal dan menyiksa diri kita sendiri hingga akhir hayat. Film ini juga cocok disodorkan kepada fans berat Twilight agar mereka berpikir dua kali tentang berpacaran dengan vampir. Sebuah kisah miris yang realistis tentang romansa manusia-vampir.

It Follows (2014)

8 it follows

Out of nowhere, for no reason, suddenly, why??? Film ini adalah salah satu favorit saya yang cukup memorable. Karena ketakutan yang datang tanpa asal dan alasan yang jelas, sosok menakutkan yang berasal dari lingkungan sekitar tanpa waktu yang jelas. Sebuah terobosan dalam horor di mana ketakutan muncul tanpa antisipasi atau a proper build-up. Menurut saya, film ini juga menunjukkan simbol ketakutan terhadap AIDS yang menjadi momok dalam pergaulan remaja.

Bedeviled (2010)

9 Bedevilled-007

Film Korea yang identik dengan aegyo atau imut-imutan sama sekali tidak ada dalam film ini. Berkisah tentang pertemanan sepasang sahabat di sebuah pulau terpencil, namun harus berakhir ketika salah satu dari mereka pergi ke kota. Ketika dewasa, teman dari kota ini berlibur ke pulau tersebut untuk bertemu dengan kelamnya tradisi pulau tersebut. Di samping memberikan sensasi claustrophobia (fobia pada tempat tertutup), film ini juga memberikan kritik pedas terhadap tradisionalitas yang terkadang sangat merendahkan nilai wanita dalam kehidupan sehari-hari. Culture clash dan pertemuan sahabat desa-kota sangat relevan dengan kehidupan saya pribadi.

The Descent (2005)

11 the decent

Sekawanan wanita menjelajahi gua yang tidak pernah dijelajahi sebelumnya dan diburu oleh sekelompok predator aneh. Film ini menunjukkan sepotong demi sepotong misteri di dalam gua hingga penonton dapat menyimpulkan betapa mematikannya tempat tersebut. Lingkungan gua dan artefak-artefaknya bersinergi dengan human-like predators untuk mempertanyakan kemanusiaan dan persahabatan para penjelajah. Setiap scene dalam film ini memberikan kejutan yang mengantarkan penonton hingga pada titik desperate dan hopeless nya.

Pintu Terlarang (2009)

B4_eS5VCUAAA67B (1)

Film ini adalah kali pertama saya tahu ada film berkualitas internasional yang benar-benar mampu menghadirkan perasaan tidak nyaman dibandingkan “film horor lokal” lainnya. Joko Anwar dikenal dengan karya-karyanya yang mengerikan, termasuk juga Kala dan Modus Anomali. Namun Pintu Terlarang adalah favorit saya. Nuansa dalam film ini sudah memberikan rasa aneh sendiri, hingga pada saat keanehan memuncak, ketakutan kita hadir dari pertanyaan apakah itu “normal”? Penderitaan bagi seseorang adalah tontonan menarik bagi orang di sekitarnya. This is sooooo dark on so many levels!

Suster Keramas (2009)

10 suster keramas

Heran kenapa film ini ada dalam daftar film yang menyeramkan bagi saya? Saya juga heran, hehehe. Film ini sebenarnya merepresentasikan film horor lokal secara umum saat itu, yang isinya hanya wanita berpakaian minim berlenggak-lenggok di depan para lelaki konyol yang seakan-akan hanya ada nafsu di otaknya. Bahkan artis porno Jepang Rin Sakuragi dan Sola Aoi dihadirkan untuk meningkatkan tema kemesuman ini. Dalam screenshot di atas tampak dua pria sedang melirik bagian belakang artis Jepang ketika ia melakukan budaya courtesy di negaranya, yaitu menunduk untuk mengekspresikan terima kasih. Miris banget liat adegan ini.

Di sinilah letak horor terbesarnya, bukan hantu yang screen time-nya seperti iklan di televisi. Saya sangat takut kalau masyarakat kita dibentuk sedangkal penggambaran dalam film-film tersebut. Tidak ada yang lebih menyeramkan daripada hidup dalam masyarakat yang memandang rendah wanita karena pengaruh media. Beruntung tren film seperti ini sudah mulai memudar di Indonesia.

Advertisements

Author: extendedrealities

Is reality real?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s